Penulisan Gabungan Kata dalam Bahasa Indonesia

5 Oktober 2009 65 komentar

Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk ditulis terpisah.

Contoh: tanda tangan; terima kasih; rumah sakit; tanggung jawab; kambing hitam; dll.

Perhatikan kalau gabungan kata itu mendapatkan imbuhan!

Apabila gabungan kata itu mendapatkan awalan atau akhiran saja, awalan atau akhiran itu harus dirangkai dengan kata yang dekat dengannya. kata lainnya tetap ditulis terpisah dan tidak diberi tanda hubung.
Contoh: berterima kasih; bertanda tangan; tanda tangani; dll.

Apabila gabungan kata itu mendapatkan awalan dan akhiran, penulisan gabungan kata harus serangkai dan tidak diberi tanda hubung.
Contoh: menandatangai; pertanggungjawaban; mengkambinghitamkan; dll.

Gabungan kata yang sudah dianggap satu kata.

Dalam bahasa Indonesia ada gabungan kata yang sudah dianggap padu benar. Arti gabungan kata itu tidak dapat dikembalikan kepada arti kata-kata itu.
Contoh: bumiputra; belasungkawa; sukarela; darmabakti; halalbihalal; kepada; segitiga; padahal; kasatmata; matahari; daripada; barangkali; beasiswa; saputangan; dll

Kata daripada, misalnya, artinya tidak dapat dikembalikan kepada kata dari dan pada. Itu sebabnya, gabungan kata yang sudah dianggap satu kata harus ditulis serangkai.

Gabungan kata yang salah satu unsurnya tidak dapat berdiri sendiri sebagai satu kata yang mengandung arti penuh, unsur itu hanya muncul dalam kombinasinya.

Contoh: tunanetra; tunawisma; narasumber; dwiwarna; perilaku; pascasarjana; subseksi; dll.

Kata tuna berarti tidak punya, tetapi jika ada yang bertanya, “Kamu punya uang?” kita tidak akan menjawabnya dengan “tuna”. Begitu juga dengan kata dwi, yang berarti dua, kita tidak akan berkata, “saya punya dwi adik laki-laki.” Karena itulah gabungan kata ini harus ditulis dirangkai.

Perhatikan gabungan kata berikut!

  1. Jika unsur terikat itu diikuti oleh kata yang huruf awalnya kapital, di antara kedua unsur itu diberi tanda hubung.

Contoh: non-Indonesia; SIM-ku; KTP-mu.

  1. Unsur maha dan peri ditulis serangkai dengan unsur yang berikutnya, yang berupa kata dasar. Namun dipisah penulisannya jika dirangkai dengan kata berimbuhan.

Contoh: Mahabijaksana; Mahatahu; Mahabesar.
Maha Pengasih; Maha Pemurah; peri keadilan; peri kemanusiaan.

Tetapi, khusus kata ESA, walaupun berupa kata dasar, gabungan kata maha dan esa ditulis terpisah => Maha Esa.

Kata hari ini:
Bergeming = diam, tak bergerak.

Penulisan Huruf dalam Bahasa Indonesia

4 Oktober 2009 28 komentar

HURUF KAPITAL

Dalam Pedoman Umum EYD terdapat beberapa kaidah penulisan huruf kapital. Berikut ini disajikan beberapa hal yang masih perlu kita perhatikan.

  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama pada awal kalimat.
  • Contoh: Dia mengantuk; Apa maksudnya?; dll.

  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
  • Contoh: Adik bertanya:”Kapan kita pulang?”

  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam menulis ungkapan yang berhubungan dengan hal keagamaan, kitab suci, dan nama Tuhan, termasuk kata ganti untuk Tuhan.

Contoh: Allah, Yang Mahakuasa, Atas rahmat-Mu (bukan atas rahmatmu), dll.

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama untuk menuliskan kata-kata, seperti, imam, makmum, doa, puasa, dan misa.

  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
    Contoh: Sultan Hasanuddin, Nabi Muhammad, Imam Hanafi, dll.

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan jika tidak diikuti nama orang.

Contoh: Seorang nabi adalah utusan Tuhan, Sebagai seorang sultan, dia patut dihormati, dll.

  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat.

Contoh: Gubernur Bali, Gubernur Fauzi Bowo, Kepala Kantor Wilayah, dll.

Nama jabatan dan pangkat itu tidak ditulis dengan huruf kapital jika tidak diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat.

Contoh: Siapa yang dilantik menjadi gubernur?, Ayah dia seorang jenderal bintang tiga.

  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa.

Contoh: bangsa Indonesia, suku Banjar, bahasa Perancis.

Perhatikan penulisan berikut!

Mengindonesiakan kata-kata asing; keingris-ingrisan

Perhatikan juga bahwa yang dituliskan dengan huruf kapital hanya nama bangsa, nama suku, dan nama bahasa, sedangkan kata bangsa, suku, dan bahasa ditulis dengan huruf kecil saja.

Contoh: bangsa Indonesia; suku Banjar; bahasa Perancis.

  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.

Contoh: tahun Hijriah; bulan Agustus; hari Waisak; perang Salib; Republik Indonesia.

  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama khas geografi.

Contoh: Sungai Barito; Danau Toba; Asia Tenggara; Pulau Bangka; Gunung Semeru.

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata-kata umum:

Contoh: dia hanyut di sungai; gunung mana yang akan kita daki?

  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama resmi badan, lembaga pemerintahan, dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi.

Contoh: Majelis Permusyawaratan Rakyat; Undang-Undang Dasar 1945.

Tapi perhatikan!

menurut undang-undang dasar kita, Saudara dapat dijatuhi hukuman berat.

  • Huruf kapital dipakai dalam singkatan nama gelar dan sapaan.

Contoh: Dr. M.A. S.H. Sdr.

  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman yang dipakai sebagai kata ganti sapaan.

Contoh: Kapan Bapak berangkat?; Mau kemana, Bu?

Namun, perhatikan!

*Kita harus menghormati ibu kita!

  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti orang kedua (Anda)

Contoh: Tahukah Anda tentang kabar itu?; Saudara diundang ke rumah

HURUF MIRING

  • Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam keterangan.

Contoh: Sudahkah anda membaca koran Kompas hari ini?

  • Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing.

Contoh: Nama latin untuk tanaman padi adalah Oriza sativa.

  • Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, atau kelompok kata.

Contoh: Huruf pertama kata dunia adalah d; Buatlah sebuah karangan dengan tema lingkunganku!

Kata hari ini:
Bingung mencari padanan kata MOUSE dalam bahasa Indonesia? Kata MOUSE dalam bahasa Indonesia adalah TETIKUS.