Arsip

Archive for Oktober, 2009

Penulisan Partikel dalam Bahasa Indonesia

7 Oktober 2009 10 komentar

Terdapat lima partikel dalam bahasa Indonesia, yaitu lah, kah, tah, per, dan pun.

  • Partikel lah, kah, dan tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
    Contoh: Apakah kucing ini milik Anda?; Tengoklah ke kiri dan ke kana jika hendak menyeberang jalan!
  • Partikel per yang berarti ‘tiap-tiap,’ ‘demi,’ ‘dan ‘mulai’ ditulis terpisah dari bagian kalimat yang mendahului dan mengikutinya. Namun, partikel per pada bilangan pecahan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.
    Contoh: Harga kain itu adalah sepuluh ribu rupiah per meter; dua pertiga.
  • Partikel pun yang sudah dianggap padu benar ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Sedangkan partikel pun yang ditulis setelah kata benda, kata sifat, kata kerja, dan kata bilangan, dituliskan terpisah.
    Contoh: walaupun; meskipun; biarpun; adapun; bagaimanapun; kendatipun; maupun; sekalipun; sungguhpun;
  • Contoh yang ditulis terpisah: Jika tak ada yang kuning, merah pun tidak masalah, asal bunganya bisa dipajang.

Kata hari ini:
Facebook dan Friendster adalah contoh dari JEJARING SOSIAL yang banyak diminati anak muda jaman sekarang.
NETWORK = JEJARING

Penulisan Kata Ulang dan Kata Depan

6 Oktober 2009 43 komentar

KATA ULANG

Kata ulang dituliskan dengan menggunakan tanda hubung di antara kedua unsurnya. Penulisan kata ulang ada bermacam-macam.

1. Pengulangan kata dasar
Contoh: anak-anak; adik-adik; kunang-kunang; laki-laki; ramai-ramai; undang-undang.

2. Pengulangan kata berimbuhan
Contoh: berlari-larian; berkejar-kejaran; didorong-dorong; kait-mengait; rumput-rumputan.

3. Pengulangan gabungan kata
Contoh: meja-meja tulis; rumah-rumah sakit; kereta-kereta api cepat; duta-duta besar.

4. Pengulangan kata yang berubah bunyi
Contoh: sayur-mayur; bolak-balik; pontang-panting; mondar-mandir.

KATA DEPAN

Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

Contoh: di rumah; di sini; di mana; di samping; ke mana; ke sana; ke muka; dari mana; dari rumah; dll.

Tetapi, perhatikan awalan di- dan ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.

Contoh: disampaikan; dibaca; dikemukakan; ketujuh; keputusan; kekasih; dll.

Kata hari ini:
Kata PERUBAHAN dan kata BERUBAH berasal dari kata dasar UBAH, bukan RUBAH. Karenanya, jangan pernah menggunakan kata MERUBAH, tetapi gunakan kata bakunya, MENGUBAH, karena RUBAH itu adalah nama seekor binatang yang mirip musang.