Arsip

Archive for 3 Oktober 2009

Pemakaian Huruf dalam Bahasa Indonesia

3 Oktober 2009 8 komentar

ABJAD

Ada 26 huruf yang digunakan di dalam abjad bahasa Indonesia, yaitu:

A* a (:/a/), B** b (:/be/), C** c (:/ce/), D** d (:/de/), E* e (:/e/), F** f (:/ef/), G** g (:/ge/), H** h (:/ha/), I* i (:/i/), J** j (:/je/), K** k (:/ka/), L** l (:/el/), M** m (:/em/), N** n (:/en/), O* o (:/o/), P** p (:/pe/), Q** q (:/ki/), R** r (:/er/), T** t (:/te/), U* u (:/u/), V** v (:/fe/), W** w (:/we/), X** x (:/eks/), Y** y (:/ye/), Z** z (:/zet/).
(5 vokal* dan 21 konsonan**)

Selain abjad-abjad di atas, bahasa Indonesia juga menggunakan 4 (empat) gabungan huruf dan 3 (tiga) diftong.

Gabungan huruf:
sy, kh, ng, ny.

Diftong:
ai, au, oi.

PEMENGGALAN KATA PADA KATA DASAR DAN KATA BERIMBUHAN

1. Kata Dasar

  • Yang paling penting dalam pemenggalan kata adalah Anda harus mengetahui kata dasarnya lebih dahulu. Di samping itu, gabungan huruf dan diftong tidak dapat dipisahkan.
  • Kalau di tengah kata ada dua buah konsonan yang berurutan, pemenggalannya dilakukan di antara kedua konsonan itu.
  • Contoh: pan-dai, cap-lok, swas-ta, Ap-ril.

  • Kalau di tengah kata ada tiga buah konsonan atau lebih, pemenggalannya dilakukan antara konsonan yang pertama (termasuk ng) dan yang kedua.
  • Contoh: in-struk-tur, bang-krut, ul-tra, ben-trok, in-tra.

  • Kalau di tengah kata ada dua buah vokal yang berurutan, pemenggalan dilakukan di antara kedua vokal itu.
  • Contoh: ma-in, sa-at, bu-ah

  • Huruf diftong ai, au, dan oi tidak pernah diceraikan sehingga pemenggalan kata tidak dilakukan di antara kedua huruf itu.
  • Contoh: au-la bukan a-u-la; sau-da-ra bukan sa-u-da-ra.

2. Kata Berimbuhan

Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran), termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk, dipenggal. Partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya dapat dipenggal pada pengertian baris.

Contoh: la-pang-an, pe-nuh-i, pel-a-jar, mem-ba-ca, per-gi-lah, wa-lau-pun, be-ra-pa-kah.

3. Penulisan Nama Diri

Penulisan nama diri (nama sungai, gunung, jalan, dan sebagainya) disesuaikan dengan EYD, kecuali jika ada pertimbangan khusus. Pertimbangan khusus itu menyangkut segi adat, hukum, atau kesejarahan.

Contoh: Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, Soetomo Poedjosoeparmo.

Kata hari ini:
Kata USAH berarti TIDAK PERLU. Jadi, kita seharusnya tidak memakai kata TIDAK sebelum kata USAH jika kita bermaksud berkata “tidak perlu.”