Penulisan Partikel dalam Bahasa Indonesia
Terdapat lima partikel dalam bahasa Indonesia, yaitu lah, kah, tah, per, dan pun.
- Partikel lah, kah, dan tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
Contoh: Apakah kucing ini milik Anda?; Tengoklah ke kiri dan ke kana jika hendak menyeberang jalan! - Partikel per yang berarti ‘tiap-tiap,’ ‘demi,’ ‘dan ‘mulai’ ditulis terpisah dari bagian kalimat yang mendahului dan mengikutinya. Namun, partikel per pada bilangan pecahan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.
Contoh: Harga kain itu adalah sepuluh ribu rupiah per meter; dua pertiga. - Partikel pun yang sudah dianggap padu benar ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Sedangkan partikel pun yang ditulis setelah kata benda, kata sifat, kata kerja, dan kata bilangan, dituliskan terpisah.
Contoh: walaupun; meskipun; biarpun; adapun; bagaimanapun; kendatipun; maupun; sekalipun; sungguhpun;
Contoh yang ditulis terpisah: Jika tak ada yang kuning, merah pun tidak masalah, asal bunganya bisa dipajang.
Kata hari ini:
Facebook dan Friendster adalah contoh dari JEJARING SOSIAL yang banyak diminati anak muda jaman sekarang.
NETWORK = JEJARING
Categories: Aturan, Bahasa Indonesia, Ejaan
Aturan, Bahasa Indonesia, Ejaan
Bukannya ‘network’ itu jaringan, sedangkan ‘networking’ itu jejaring?
Maaf saya orang Indonesia, saya lama tinggal di Malaysia. Bahasa Indonesia tidak mengenal pengulangan kata awalan objek, seperti JARINGAN jadi JEJARING, halangan jadi HEHALANG, itu adalah tata Bahasa Malaysia. Kita sudah ada awalan dan akhiran yang baku, JARINGAN sepantasnya jadi JARINGAN bukan JEJARING. Sayangnya para selebritis dan pejabat yang seharusnya memberi contoh malah ikut-ikutan salah kaprah.
Boleh tanya? Kalau kata ” para” menggunakan huruf kapital atau kecil ya? Misalnya, para Buddha atau Para Buddha? dan kalau merupakan judul apakah huruf kecil atau kapital? thx