Beranda > Aturan, Bahasa Indonesia, Ejaan > Penulisan Partikel dalam Bahasa Indonesia

Penulisan Partikel dalam Bahasa Indonesia

Terdapat lima partikel dalam bahasa Indonesia, yaitu lah, kah, tah, per, dan pun.

  • Partikel lah, kah, dan tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
    Contoh: Apakah kucing ini milik Anda?; Tengoklah ke kiri dan ke kana jika hendak menyeberang jalan!
  • Partikel per yang berarti ‘tiap-tiap,’ ‘demi,’ ‘dan ‘mulai’ ditulis terpisah dari bagian kalimat yang mendahului dan mengikutinya. Namun, partikel per pada bilangan pecahan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.
    Contoh: Harga kain itu adalah sepuluh ribu rupiah per meter; dua pertiga.
  • Partikel pun yang sudah dianggap padu benar ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Sedangkan partikel pun yang ditulis setelah kata benda, kata sifat, kata kerja, dan kata bilangan, dituliskan terpisah.
    Contoh: walaupun; meskipun; biarpun; adapun; bagaimanapun; kendatipun; maupun; sekalipun; sungguhpun;
  • Contoh yang ditulis terpisah: Jika tak ada yang kuning, merah pun tidak masalah, asal bunganya bisa dipajang.

Kata hari ini:
Facebook dan Friendster adalah contoh dari JEJARING SOSIAL yang banyak diminati anak muda jaman sekarang.
NETWORK = JEJARING

About these ads
  1. 30 Juli 2010 pukul 07:30 | #1

    Bukannya ‘network’ itu jaringan, sedangkan ‘networking’ itu jejaring?

    Begitu ya? Kalau begitu, Facebook dan Friendster itu adalah Situs Jaringan Sosial? Jaringan itu networking, kok.. kan kata benda.

  2. Eyd
    13 September 2011 pukul 08:01 | #2

    Maaf saya orang Indonesia, saya lama tinggal di Malaysia. Bahasa Indonesia tidak mengenal pengulangan kata awalan objek, seperti JARINGAN jadi JEJARING, halangan jadi HEHALANG, itu adalah tata Bahasa Malaysia. Kita sudah ada awalan dan akhiran yang baku, JARINGAN sepantasnya jadi JARINGAN bukan JEJARING. Sayangnya para selebritis dan pejabat yang seharusnya memberi contoh malah ikut-ikutan salah kaprah.

    “Bahasa Indonesia tidak mengenal pengulangan kata awalan objek” => Siapa bilang? ^_^
    Waktu SD saya diajari kata TETANGGA, TETAMU, RERUMPUTAN, PEPOHONAN, JEJAMU, dan banyak kata yang mengalami pengulangan kata di awal. Kata JEJARING sudah masuk KBBI, kok. Saya juga tahunya dari KBBI online (harusnya tetap saja KBBI daring, ya?)

  3. sri
    19 Mei 2012 pukul 09:24 | #3

    Boleh tanya? Kalau kata ” para” menggunakan huruf kapital atau kecil ya? Misalnya, para Buddha atau Para Buddha? dan kalau merupakan judul apakah huruf kecil atau kapital? thx

  4. ifa
    8 Oktober 2012 pukul 00:24 | #4

    mau tanya, bagaimana dengan kalimat dikantongpun? yang benar di kantong pun? atau di kantongpun?

  5. 26 Juli 2013 pukul 18:04 | #5

    Because the admin of this site is working, no uncertainty very quickly
    it will be renowned, due to its quality contents.

  6. 13 September 2013 pukul 11:31 | #6

    ifa :
    karena di- merupakan kata tunjuk tempat, maka dipisah. begitu pula dengan pun yang menurut konteks kalimat di sana adalah juga. Maka, pun harus dipisah. Jadi kalimatnya adalah di kantong pun

  7. 15 September 2013 pukul 18:39 | #7

    Hey I know this is off topic but I was wondering if you knew of any widgets I could add to my blog thwt automatically twweet my newest twitter updates.
    I’ve been looking for a plug-in like this for quite some time and was hoping
    maybe you would have some experience with something like this.
    Please let me know if you run into anything. I truly enjoy reading your
    blog and I look forward to your new updates.

  8. agi
    7 April 2014 pukul 03:08 | #8

    UNTUK KATA KOORDINASI, YANG BENAR PENGKOORDINASIAN ATAU PENGOORDINASIAN

  9. 13 April 2014 pukul 08:19 | #9

    Tinjau contoh: pe + kilang -> pengilang, bukan pengkilang
    pe + khotbah -> pengkhotbah, bukan penghotbah

    Dari sini kita bisa lihat aturannya, yaitu jika suatu kata yang huruf pertamanya konsonan dan huruf keduanya vokal, saat ditambahkan prefiks pe-, huruf pertama akan luruh. Berlawanan dengan itu, jika suatu kata yang huruf pertama dan keduanya konsonan, saat ditambahkan prefiks pe-, huruf pertamanya tidak luruh.

    Kesimpulan: penulisan yang benar untuk pe + koordinasi + an adalah pengoordinasian, karena huruf keduanya adalah ‘o’, yang adalah vokal.

    Saya harap jawaban ini dapat membantu Anda sekaligus meningkatkan kecintaan Anda pada bahasa Indonesia. Kecintaan terhadap bahasa Indonesia dapat diwujudkan dengan bersikap kritis dalam menulis dan membaca tulisan bahasa Indonesia dan mengkritik (bukan mengritik, karena huruf kedua dari kata kritik adalah ‘r’) orang-orang yang tidak memperhatikan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Saat ini banyak sekali orang yang seperti itu. Namun, saya bangga dengan Anda, orang Indonesia yang bisa saya katakan adalah pemerhati bahasa Indonesia.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: