Beranda > Aturan, Bahasa Indonesia, Ejaan > Penulisan Kata Ulang dan Kata Depan

Penulisan Kata Ulang dan Kata Depan

KATA ULANG

Kata ulang dituliskan dengan menggunakan tanda hubung di antara kedua unsurnya. Penulisan kata ulang ada bermacam-macam.

1. Pengulangan kata dasar
Contoh: anak-anak; adik-adik; kunang-kunang; laki-laki; ramai-ramai; undang-undang.

2. Pengulangan kata berimbuhan
Contoh: berlari-larian; berkejar-kejaran; didorong-dorong; kait-mengait; rumput-rumputan.

3. Pengulangan gabungan kata
Contoh: meja-meja tulis; rumah-rumah sakit; kereta-kereta api cepat; duta-duta besar.

4. Pengulangan kata yang berubah bunyi
Contoh: sayur-mayur; bolak-balik; pontang-panting; mondar-mandir.

KATA DEPAN

Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

Contoh: di rumah; di sini; di mana; di samping; ke mana; ke sana; ke muka; dari mana; dari rumah; dll.

Tetapi, perhatikan awalan di- dan ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.

Contoh: disampaikan; dibaca; dikemukakan; ketujuh; keputusan; kekasih; dll.

Kata hari ini:
Kata PERUBAHAN dan kata BERUBAH berasal dari kata dasar UBAH, bukan RUBAH. Karenanya, jangan pernah menggunakan kata MERUBAH, tetapi gunakan kata bakunya, MENGUBAH, karena RUBAH itu adalah nama seekor binatang yang mirip musang.

About these ads
  1. rizki kurrotul aini
    2 April 2010 pukul 05:32

    terima kasih karena berkat tulisan anda saya merasa tugas saya sedikit berkurang untuk penyuluhan bahasa..

    Terima kasih juga karena sudah mampir ^_^

  2. dwi puswita sari
    15 April 2010 pukul 14:28

    aku mo tanya niy..
    penggunaan kata “di” yang benar dalam penulisannnya jika membuat suatu akta, apakah “surat di bawah tangan” atau “surat dibawah tangan”?.
    Surat di sini mempunyai arti sama dengan surat persetujuan atau kuasa.

    Kata “bawah” adalah kata benda. jadi jika dipasangkan dengan imbuhan di-, maka imbuhan di- tersebut akan menjadi kata depan. Imbuhan di- menjadi imbuhan bila berpasangan dengan kata kerja dan membentuk kata kerja dalam bentuk pasif.

    Karena itu, penulisan yang benar adalah “surat di bawah tangan”

    Semoga membantu ^_^

  3. dwi puswita sari
    15 April 2010 pukul 14:29

    mohon di balas ya pertanyaan aku.
    thnks

    Udah tuh ^_^

  4. Maria
    13 April 2011 pukul 12:10

    Boleh tanya? Mana yang benar?

    Burung elang itu sedang mengepak-epakan sayapnya; atau
    Burung elang itu sedang menggepak-nggepakkan sayapnya; atau
    Burung elang itu sedang mengepak-epakkan sayapnya.

    Sebenarnya apa kata dasarnya? ‘epak’ atau ‘gepak’?

    Terimakasih

    Setahu saya, kata dasarnya adalah “kepak” jadi kalau akan digunakan sebagai kata berimbuhan: mengepak-kepakkan sayap.
    Atau, saya salah?

  5. Maria
    13 April 2011 pukul 12:12

    Yang ini benar atau salah?

    Burung elang itu sedang mengepak-ngepakkan sayapnya.

    Terimakasih

  6. Dewi
    14 April 2011 pukul 01:22

    Assalamu’alaikum. Makasih ya info tentang kata “Ubah” nya. Bermanfaat banget, karena kami sedang bingung, eh ketemu deh jawabannya ^_*

  7. niza
    24 April 2011 pukul 11:22

    thank’s.
    Tlah mmbntu saya mengerjakan tgas

  8. munarifah
    6 Juni 2011 pukul 13:43

    kenapa aku ndak bisa mengerjakan tugas Bahasa Indonesia kelas 3 sd. kata kemana seharusnya di tulis ke mana atau kemana

    “ke mana”
    Sebenarnya itulah yang benar. ^_^

  9. Ari
    17 Juni 2011 pukul 04:08

    manfaai bgt site nya,.,terutama tuk buat laporan kantor :).,terima kasih banyak

  10. may
    26 Juni 2011 pukul 12:40

    Maria :
    Boleh tanya? Mana yang benar?
    Burung elang itu sedang mengepak-epakan sayapnya; atau
    Burung elang itu sedang menggepak-nggepakkan sayapnya; atau
    Burung elang itu sedang mengepak-epakkan sayapnya.
    Sebenarnya apa kata dasarnya? ‘epak’ atau ‘gepak’?
    Terimakasih

    mengepak-ngepakkan sayapnya. Kata dasarnya adalah kepak.
    mengepak-epakkan = kata dasarnya epak.

    Oh, jadi “mengepak-ngepakkan” sayap, ya?

  11. yudi
    5 Desember 2011 pukul 13:42

    Mau tanya…. di sebuah kota kecil bernama Bati Bati, mana yang benar Bati – Bati atau
    Bati Bati. Terimakasih.

    Yang benar: Bati-bati
    tanpa ada spasi di antara garis datar

  12. 14 Desember 2011 pukul 06:23

    Selamat siang Tuan. saya anak Timor Leste, tertarik pada Bahasa Indonesia.
    Bolehkah saya turut bergabung di blog ini ?
    Perkenankan saya bertanya.
    “Koordinasi, kampanye, klasifikasi, apabila mendapat imbuhan me-kan atau pe-an maka yg benar menjadi mengordinasikan atau mengkoordinasikan ?
    mengampanyekan atau mengkampanyekan, demikian juga “klasifikasi”.
    Mohon dijelaskan. terima kasih sebelumnya.

    Koordinasi+me-an=mengoordinasikan.
    kampanye+me-an=mengampanyekan
    klasifikasi+me-=mengklasifikasi.

  13. 14 Desember 2011 pukul 08:29

    Terima kasih atas penjelasan Anda.
    Salam

  14. 8 Februari 2012 pukul 00:38

    thank you

  15. 13 Februari 2012 pukul 03:21

    terima kasih dengan situs ini saya dapat menyampaikan materi lwt media elektro berupa teks .

  16. 29 April 2012 pukul 09:10

    kalau penulisan kata gabungan “siswa-siswi” itu yang benar bagaimana ?

  17. dhelvi
    18 Mei 2012 pukul 14:16

    boleh tanya?
    penulisan yang benar yang mana yaa
    diblack list atau di black list.
    makasihh ^^

    di-black list

  18. wekachan
    26 Juni 2012 pukul 05:19

    wah trnyta slma ini penulisan gue salah hahahaha

  19. 2 September 2012 pukul 19:19

    Hello it’s me, I am also visiting this web site daily, this web page is genuinely pleasant and the visitors are genuinely sharing fastidious thoughts.

  20. hisam
    17 Oktober 2012 pukul 13:11

    lantas kalau yang benar adalah ke mana, lantas bagaimana dg kata dikemanakan? apakah harus ditulis dike manakan, di ke manakan atau…..?

    trims

    status kata “dikemanakan” sama saja dengan kata “dipertanggungjawabkan”

  21. 5 Desember 2012 pukul 22:05

    hisam :
    lantas kalau yang benar adalah ke mana, lantas bagaimana dg kata dikemanakan? apakah harus ditulis dike manakan, di ke manakan atau…..?
    trims

    ke mana itu dipisah, tetapi karena terdapat kombinasi/gabungan awalan dan akhiran sekaligus, penulisannya jadi digabung.

    contoh:
    Mau dikemanakan lagi bahasa Indonesia kalau kita sendiri tidak bisa menggunakannya dengan baik.

    Frederico Garcia :
    Selamat siang Tuan. saya anak Timor Leste, tertarik pada Bahasa Indonesia.
    Bolehkah saya turut bergabung di blog ini ?
    Perkenankan saya bertanya.
    “Koordinasi, kampanye, klasifikasi, apabila mendapat imbuhan me-kan atau pe-an maka yg benar menjadi mengordinasikan atau mengkoordinasikan ?
    mengampanyekan atau mengkampanyekan, demikian juga “klasifikasi”.
    Mohon dijelaskan. terima kasih sebelumnya.

    Koordinasi+me-an=mengoordinasikan.
    kampanye+me-an=mengampanyekan
    klasifikasi+me-=mengklasifikasi.

    mengklasifikasi, kenapa “k” tidak hilang/lesap? Hal ini disebut dengan gugusan konsonan, yaitu kata dengan dua konsonan yang berturut-turut yang terdapat dalam suku kata pertama.

    Misal:

    kam-pa-nye –> mengampanyekan
    koor-di-na-si –> mengoordinasikan
    kla-si-fi-ka-si –> mengklasifikasikan (gugusan konsonan “kl”)
    kri-tik –> mengkritik (gugusan konsonan “kr”)
    sta-bil –> menstabilkan (gugusan konsonan “st”)

    dhelvi :
    boleh tanya?
    penulisan yang benar yang mana yaa
    diblack list atau di black list.
    makasihh ^^

    Untuk kata asing, di-blacklist (blacklist dicetak miring)

  22. 15 Mei 2013 pukul 07:32

    Gugun:
    Maaf saya mau bertanya:
    Kalau penggunaan kata “yang mana” itu untuk menunjukkan apa ya ? Mohon keterangannya. Terima kasih

  23. 16 Mei 2013 pukul 04:28

    mau tanya klo kata diantara apakah pisah di- atau gabung .tks

    dipisah: “di antara”

  24. 27 September 2013 pukul 09:58

    berikan saya contoh kata depan donk..

  25. 26 Maret 2014 pukul 08:43

    dwi puswita sari :
    aku mo tanya niy..
    penggunaan kata “di” yang benar dalam penulisannnya jika membuat suatu akta, apakah “surat di bawah tangan” atau “surat dibawah tangan”?.
    Surat di sini mempunyai arti sama dengan surat persetujuan atau kuasa.

    Kata “bawah” adalah kata benda. jadi jika dipasangkan dengan imbuhan di-, maka imbuhan di- tersebut akan menjadi kata depan. Imbuhan di- menjadi imbuhan bila berpasangan dengan kata kerja dan membentuk kata kerja dalam bentuk pasif.
    Karena itu, penulisan yang benar adalah “surat di bawah tangan”
    Semoga membantu ^_^

  26. 26 Maret 2014 pukul 08:48

    Saya ingin bertanya, apakah kata “di bawah” atau “di atas” itu sudah baku atau sebaliknya salah? Karena sepengetahuan saya kata “di” dalam kata tersebut bukan merupakan kata depan (prefix) tetapi sudah menjadi suatu kata majemuk (idiom) seperti dalam Bahasa Inggeris: “above”, “under” atau “below”, sehingga dapat dipersamakan dengan kata “dibawah” (under) atau “diatas” (above).

    Mohon penjelasannya. Terimakasih.

  27. 26 Maret 2014 pukul 08:53

    Belakangan ini, kita banyak mendengarkan informasi dari media elektronik mengenai penulisan sebagai berikut:

    “…karut-marut, paska panen, cacat, tolak ukur, dan sebagainya”. Kalau menurut saya sebaiknya ditulis:

    “…carut-marut, pasca panen, cacad, tolok ukur, dan sebagainya”, apakah pendapat saya benar atau salah?

    Demikian dan mohon dibantu. Terimakasih

  28. 25 Agustus 2014 pukul 04:01

    Halo, saya ingin tahu bagaimana penulisan sumpah serapah yang benar. Menggunakan tanda hubung atau tidak? Mohon penjelasan lebih rinci mengenai penulisan kata ulang dan bagaimana ciri kata ulang. Terima kasih.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: