Penulisan Gabungan Kata dalam Bahasa Indonesia
Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk ditulis terpisah.
Contoh: tanda tangan; terima kasih; rumah sakit; tanggung jawab; kambing hitam; dll.
Perhatikan kalau gabungan kata itu mendapatkan imbuhan!
Apabila gabungan kata itu mendapatkan awalan atau akhiran saja, awalan atau akhiran itu harus dirangkai dengan kata yang dekat dengannya. kata lainnya tetap ditulis terpisah dan tidak diberi tanda hubung.
Contoh: berterima kasih; bertanda tangan; tanda tangani; dll.
Apabila gabungan kata itu mendapatkan awalan dan akhiran, penulisan gabungan kata harus serangkai dan tidak diberi tanda hubung.
Contoh: menandatangai; pertanggungjawaban; mengkambinghitamkan; dll.
Gabungan kata yang sudah dianggap satu kata.
Dalam bahasa Indonesia ada gabungan kata yang sudah dianggap padu benar. Arti gabungan kata itu tidak dapat dikembalikan kepada arti kata-kata itu.
Contoh: bumiputra; belasungkawa; sukarela; darmabakti; halalbihalal; kepada; segitiga; padahal; kasatmata; matahari; daripada; barangkali; beasiswa; saputangan; dll
Kata daripada, misalnya, artinya tidak dapat dikembalikan kepada kata dari dan pada. Itu sebabnya, gabungan kata yang sudah dianggap satu kata harus ditulis serangkai.
Gabungan kata yang salah satu unsurnya tidak dapat berdiri sendiri sebagai satu kata yang mengandung arti penuh, unsur itu hanya muncul dalam kombinasinya.
Contoh: tunanetra; tunawisma; narasumber; dwiwarna; perilaku; pascasarjana; subseksi; dll.
Kata tuna berarti tidak punya, tetapi jika ada yang bertanya, “Kamu punya uang?” kita tidak akan menjawabnya dengan “tuna”. Begitu juga dengan kata dwi, yang berarti dua, kita tidak akan berkata, “saya punya dwi adik laki-laki.” Karena itulah gabungan kata ini harus ditulis dirangkai.
Perhatikan gabungan kata berikut!
- Jika unsur terikat itu diikuti oleh kata yang huruf awalnya kapital, di antara kedua unsur itu diberi tanda hubung.
Contoh: non-Indonesia; SIM-ku; KTP-mu.
- Unsur maha dan peri ditulis serangkai dengan unsur yang berikutnya, yang berupa kata dasar. Namun dipisah penulisannya jika dirangkai dengan kata berimbuhan.
Contoh: Mahabijaksana; Mahatahu; Mahabesar.
Maha Pengasih; Maha Pemurah; peri keadilan; peri kemanusiaan.
Tetapi, khusus kata ESA, walaupun berupa kata dasar, gabungan kata maha dan esa ditulis terpisah => Maha Esa.
Kata hari ini:
Bergeming = diam, tak bergerak.
ku tolong kirimin huruf yang sering muncul dalam bahasa indonesia dunk . .
mkasih,,
makasih mas/mbak hihihihi bagus banget penjelasannya, gampang dimengerti
terima kasih atas info yang diberikan, saya merasa sangat-sangat terbantu dalam membuat tulisan formil
terima kasih. izin mengkopi ya
Silakan ^_^
makasih yaaaa …… sip…
belajar bahasa Indonesia yang baik dan benar,,anda telah mengajarkan hal yang benar,,seperti seorang pahlawan tanpa tanda jasa.
Bisnis Internet
klo di antara, penulisannya digabung apa nggak y?
tolongin saya donk
penulisan gabungan kata berikut benar, kecuali
a. tunawicara
b.non-aktif
c.swalayan
d.prasejarah
e.se-Indonesia
jawabannya yg mana ya?
sy bingung T.T
bisa kah membantu saya, bagaimana penulisan yang benar kalimat dibawah ini?
Sebarluaskan soal bahasa indonesia ini kepada orang lain,
mohon dibalas dan terimakasih
Untuk kata “terima kasih” / “terimakasih” penulisan yang tepat dipisah atau digabung? Mohon diberikan penjelasannya juga.
Terima kasih / terimakasih
Tolong beri unsur2 kata gabungan yang tidak dapat berdiri sendiri sebanyak 28.
.
soalnya dapet tugas dari sekolah.
terima kasih.